Sabtu, 10 Maret 2018
Rabu, 28 Februari 2018
MAKALAH : Merancang Pengalaman Belajar untuk Pembelajaran Efektif Pada Matematika Tingkat Menengah
Designing Learning Experiences for Effective Instruction
in Secondary Mathematics
Dalam
revisi kurikulum matematika menengah Singapura baru-baru ini, pengalaman belajar telah diidentifikasi
sebagai salah satu penekanan baru di kurikulum matematika. Ini adalah pesan
untuk guru matematika tentang bagaimana siswa belajar matematika setidaknya
sama pentingnya dengan apa yang siswa pelajari dalam kurikulum, jika tidak
lebih penting. Ini adalah tujuan dari kurikulum matematika Singapura yang
"prosesnya [misal: kognitif dan keterampilan metakognitif] dipelajari
melalui pengalaman belajar yang dibangun dengan hati-hati. "(Kementerian
Pendidikan, 2012). Meskipun selalu diakui oleh para guru, pendidik dan peneliti
di Singapura bahwa baik proses dan produk sama pentingnya dalam pendidikan,
penekanan pada proses pembelajaran sekarang dilakukan dalam dokumen silabus
resmi. Pernyataan ini tentang pengalaman belajar, yang sekarang dinyatakan
dalam bentuk "siswa harus memiliki kesempatan untuk ...", berfungsi
untuk mengingatkan para guru tentang sifat siswa-sentris dari pengalaman ini
(Kementerian Pendidikan, 2012). Contoh pengalaman belajar seperti itu yang
terkait dengan setiap topik dalam silabus dijelaskan dengan jelas dalam dokumen
silabus yang baru. Contoh yang diberikan dalam dokumen silabus dimaksudkan agar
guru dapat menerapkannya di kelas matematika. Beberapa contoh ini tidak cukup.
Guru harus dapat merancang kegiatan pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan
pembelajaran siswa mereka. Bab ini menyarankan prinsip-prinsip memilih
pengalaman belajar dan pengorganisasian pengalaman belajar yang tepat. Ini
adalah dua hal penting yang harus diketahui guru, berdasarkan model Tyler.
selegkapnya bisa di Download Disini
Minggu, 25 Februari 2018
PUISI MATEMATIKA :Kita adalah dua fungsi yang berbeda : KELAS Q
Kita adalah Dua Fungsi yang berbeda
aku atau kamu yang jadi Domain atau Kodomainnya
bukan suatu persoalan
karena Range dari Relasi yang kita jalin adalah PERSAHABATAN
kita sudah terhimpun dalam himpunan yang sama
yaitu himpunan kelas A pascaSarjana UM
Sabtu, 17 Februari 2018
PUISI MATEMATIKA : kau kombinasi dalam kombinatorik istiharah ku
kau semesta dalam bahagia ku,
kau solusi dari penyelesaian masalah hidup ku,
tak bisa ku diferensialkan lagi perasaan ku karena pangkat
tertingginya adalah kamu,
ku harap kita berada dalam Geometri Analitik Bidang
yang akan menyatu dalam dua dimensi kehidupan(dunia,akhirat) dengan dua
variabel yaitu aku dan kamu
ahh,,, ku rasa kau kombinasi dalam kombinatorik
istiharah ku dan bagi ku, kau adalah 2 dalam prima hati ku, dan hadir mu
memperjelas sketsa grafik hidup ku
Jumat, 16 Februari 2018
MAKALAH Transformasi Linear, Perubahan Basis Dan Similiritas
Bagian ini akan di jelaskan tentang Transformasi Linear, Perubahan Basis Dan Similiritas.
1. Transformasi Linear
Jika T: V 𝑇:𝑉→𝑊 adalah sebuah fungsi dari ruang vektor 𝑉 ke dalam ruang vektor 𝑊 , maka 𝑇 dinamakan linear transformation dari 𝑉 ke 𝑊 , maka untuk semua vektor u dan v dalam 𝑉 dan semua skalar c,
2. Perubahan Basis
Dalam aplikasi, biasanya bekerja dengan lebih dari satu sistem koordinat, dan dalam kasus seperti itu, biasanya diperlukan untuk mengetahui hubungan antara koordinat titik atau vektor tetap di berbagai sistem koordinat. Karena basis adalah generalisasi ruang vektor dari sistem koordinat, kita dituntun untuk mempertimbangkan masalah berikut.
3. similiritas
Jika A dan B adalah matriks bujursangkar, kita katakan bahwa B mirip dengan A jika ada
matriks P yang dapat dibalik sedemikian B = p1 AP
untuk penjelasan selanjutnya dapat di Download disini
Selamat Belajar, dan semoga Berkah -_-
1. Transformasi Linear
Jika T: V 𝑇:𝑉→𝑊 adalah sebuah fungsi dari ruang vektor 𝑉 ke dalam ruang vektor 𝑊 , maka 𝑇 dinamakan linear transformation dari 𝑉 ke 𝑊 , maka untuk semua vektor u dan v dalam 𝑉 dan semua skalar c,
2. Perubahan Basis
Dalam aplikasi, biasanya bekerja dengan lebih dari satu sistem koordinat, dan dalam kasus seperti itu, biasanya diperlukan untuk mengetahui hubungan antara koordinat titik atau vektor tetap di berbagai sistem koordinat. Karena basis adalah generalisasi ruang vektor dari sistem koordinat, kita dituntun untuk mempertimbangkan masalah berikut.
3. similiritas
Jika A dan B adalah matriks bujursangkar, kita katakan bahwa B mirip dengan A jika ada
matriks P yang dapat dibalik sedemikian B = p1 AP
untuk penjelasan selanjutnya dapat di Download disini
Selamat Belajar, dan semoga Berkah -_-
Contoh Rasional Penelitian.
ketika kita ingin membuat proposal penelitian, saya sarankan terlebih dahulu kita membuat kerangka dan Rasional penelitian yang ingin kita teliti nantinya yaitu dengan mengklasifikasikan variabel-variabel apa yang akan menjadi variabel dalam penelitian kita. misalnya variabel dependentnya apa??? dan variabel independentnya apa ??? nahhh... setelah kita menentukan variabel-variabel tersebut, kita bisa mencari dan mengkaji jurnal terkait dengan variabel-varibel tersebut. agar penelitian kita bisa dikatakan waoowww atau tidak meragukan, banyakin saja artikel internasionalnya karena dengan begitu inshaAllah penelitian kita tidak diragukan.
naahhh... yang pertama kita lakukan adalah memetakan variabel-variabel tersebut kedalam kerangka penelitian kita yaitu melalui Rasioanal penelitian. setelah kita membuat Rasioanal penelitian, maka akan meemudahkan kita dalam menyusun Latar Belakang dan kajian teorinya. contoh rasional penelitiannya dapat di Download disini.
selamat mencoba, semoga Allah memberi kemudahan -_-
selamat mencoba, semoga Allah memberi kemudahan -_-
PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF (creswell)
Salah satu komponen penting dalam penelitian adalah proses peneliti dalam
pengumpulan data. Secara sederhana pengumpulan data dapat diartikan sebagai
proses atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mengungkapkan berbagai
fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan ruang lingkup
penelitian. Kesalahan yang dilakukan dalam melaksanakan pengumpulan data dalam
suatu penelitian, akan berakibat langsung terhadap proses dan hasil suatu penelitian.
Selain itu hasil dan kesimpulan yang didapat menjadi tidak teratur apabila
pengumpulan data yang dilakukan tidak benar.
Setiap penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda, berrgantung
pada jenis penelitian yang dibuat oleh peneliti. Pengumpulan data kualitatif berbeda
dengan pengumpulan data kuantitatif. Pengumpulan data statistik juga berbeda
dengan pengumpulan data analisis, sehingga pengumpulan data penelitian tidak
dilakukan secara sembarangan.
Pengumpulan data kuantitatif secara khusus dapat dimaknai sebagai kegiatan
peneliti dalam upaya mengumpulkan sejumlah data lapangan yang diperlukan untuk
menguji hipotesis. Langkah pengumpulan data merupakan satu tahap yang sangat
menentukan terhadap proses dan hasil penelitian yang akan dilaksanakan. Tujuan dari
kegiatan pengumpulan data adalah mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan
kesimpulan tidak diragukan kebenarannya. selengkapnya bisa di download disini
Langganan:
Postingan (Atom)




